BAB 1
PENDAHULUAN
oleh: Chairuddin Nursiati
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di dunia,sejak pertama kali di temukan pada tahun 1968 di surabaya dan jakarta,jumlah kasus terus meningkat baik dalam jumlah besar maupun luas wilayah yang terjangkit dan secara sporadif selalu terjadi KLB setiap tahun, KLB yang terbesar terjadi pada tahun 1998 di laporkan di 16 provinsi dengan IR : 35,19 per 100.000 penduduk dengan CFR 2,0%. Pada tahun 1999 IR menurun tajam sebesar 10,17. Namun tahun-tahun berikutnya IR tampak cenderung meningkat yaitu ;15,95;21,66;19,24 dan 23,87 (tahun 2000,2001,2002,dan 2003).
Penyebab meningkatnya jumlah kasus dan semakin bertambahnya wilayah yang terjangkit antara lain karena semakin baiknya transportasi penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam waktu singkat,adanya pemukiman-pemukiman baru,penyimpanan air tradisional masih dipertahankan dan perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk yang masih kurang. Vector nyamuk terdapat di seluruh pelosok tanah air kecuali di ketinggian > 1000 M dari permukaan air laut/ dan adanya 4 serotype yang bersirkulasi sepanjang tahun.
Depkes telah melewati pengalaman yang cukup panjang dalam penanggulangan penyakit DBD. Pada awalnya strategi utama pemberantasan DBD adalah memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan. Kemudian strategi di perluas dengan menggunakan larvasida yang di taburkan ke TPA. Kedua metode ini sampai sekarang belum memperlihatkan hasil yang memuaskan dimana terbukti dengan peningkatan kasus dan bertambahnya jumlah wilayah yang terjangkit DBD. Mengingat obat dan vaksin untuk membunuh virus dengue belum ada, maka cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD ialah PSN yang dilaksanakan oleh masyarakat / keluarga secara teratur setiap seminggu sekali. Oleh karena itu saat ini DEPKES lebih memperioritaskan upaya pemberantasan sarang nyamuk.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi virus Dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus. Virus Dengue termasuk genus Flavivirus, famili Flaviviridae, yang dibedakan menjadi 4 serotipe yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Keempat serotipe virus ini terdapat di Indonesia dan dilaporkan bahwa serotipe virus DEN 3 sering menimbulkan wabah, sedang di Thailand penyebab wabah yang dominan adalah virus DEN 2 (Syahrurahman A et al., 1995). Penyakit ini ditunjukkan dengan adanya demam secara tiba -tiba 2-7 hari, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam merah terang, petechie dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah badan menyebar hingga menyelimuti.
Dengue adalah penyakit virus didaerah tropis yang ditularkan oleh nyamuk dan ditandai dengan demam, nyeri kepala, nyeri pada tungkai, dan ruam (Brooker, 2001).Demam dengue/dengue fever adalah penyakit yang terutama pada anak, remaja, atau orang dewasa, dengan tanda-tanda klinis demam, nyeri otot, atau sendi yang disertai leukopenia, dengan/tanpa ruam (rash) dan limfadenophati, demam bifasik, sakit kepala yang hebat, nyeri pada pergerakkan bola mata, rasa menyecap yang terganggu, trombositopenia ringan, dan bintik-bintik perdarahan (ptekie) spontan.
B. ETIOLOGI
Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue (sejenis arbovirus).
C.FATOFISIOLOGI
Virus dengue masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan kemudian bereaksi dengan antibodi dan terbentuklah kompleks virus-antibody, dalam asirkulasi akan mengaktivasi sistem komplemen (Suriadi & Yuliani, 2001). Virus dengue masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk dan infeksi pertama kali menyebabkandemam dengue. Reaksi tubuh merupakan reaksi yang biasa terlihat pada infeksi oleh virus. Reaksi yang amat berbeda akan tampak, bila seseorang mendapat infeksi berulang dengan tipe virus dengue yang berlainan. Dan DHF dapat terjadi bila seseorang setelah terinfeksi pertama kali, mendapat infeksi berulang virus dengue lainnya. Re-infeksi ini akan menyebabkan suatu reaksi anamnestik antibodi, sehingga menimbulkan konsentrasi kompleks antigen-antibodi (kompleks virus-antibodi) yang tinggi (Noer, dkk, 1999).
D. MANIFESTASI KLINIS
Demam tinggi 5-7 hari. Perdarahan, terutama perdarahan bawah kulit ; ptekie, ekhimosis, hematoma.Epistaksis, hematemesis, melena, hematuria. Mual, muntah, tidak ada napsu makan, diare, konstipasi.Nyeri otot, tulang dan sendi, abdomen dan ulu hati. Sakit kepala.Pembengkakan sekitar mata. Pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening. Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary reffil time lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).
E. KLASIFIKASI
WHO, 1986 mengklasifikasikan DHF menurut derajat penyakitnya menjadi 4 golongan, yaitu :Derajat I : Demam disertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan. Panas 2-7 hari, Uji tourniquet positif, trombositipenia, dan hemokonsentrasi. Derajat II : Sama dengan derajat I, ditambah dengan gejala-gejala perdarahan spontan seperti petekie, ekimosis, hematemesis, melena, perdarahan gusi. Derajat III : Ditandai oleh gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat (>120x/mnt ) tekanan nadi sempit (120 mmHg), tekanan darah menurun, (120/80 , 120/100 , 120/110, 90/70, 80/70, 80/0, 0/0) Derajat IV : Nadi tidak teaba, tekanan darah tidak teatur (denyut jantung 140x/mnt) anggota gerak teraba dingin, berkeringat dan kulit tampak biru.
F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Minum banyak 1,5 liter – 2 liter/24 jam (dengan air teh, gula, susu). Antipiretik jika terdapat demam. antikonvulsan jika terdapat kejang. Pemberian cairan melalui infus, dilakukan jika pasien mengalami kesulitan minum dan nilai hematokrit cenderung meningkat.
BAB III
PENYULUHAN KESEHATAN
A. Pengertian
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan terutama oleh gigitan nyamuk aedes aegypti
B. Ciri- Ciri Nyamuk Penyebar Penyakit
1. Warna hitam dengan bercak putih pada badan dan kaki
2. Hidup dan berkembang biak didalam rumah dan sekitarnya (bak mandi, tempayan, drum, kaleng, ban bekas, pot tanaman air, tempat minum burung.
3. Hinggap pada pakaian yang bergantung, kelambu dan ditempat yang gelap dan lembab
4. Menggigit di siang hari
5. Kemampuan terbang kira-kira 100 meter
C. Tanda Dan Gejala Penyakit
1. selama 2-7 hari tanpa penyebabC-401. Mendadak demam (panas tinggi), suhu badan antara 38 yang jelas.
2. Lemah/ lesu
3. Gelisah
4. Nyeri ulu hati
5. Tampak bintik-bintik merah
6. Kadang mimisan, berak darah atau muntah darah
7. Kesadaran menurun atau renjatan (shock)
D. Cara Penanganan Pertama
1. Berikan air minum yang banyak berupa oralit, the, susu dan lain-lain.
2. Kompres dingin pada ubun-ubun, lipatan paha dan ketiak.
3. Jika belum sembuh segera bawa ke dokter dan puskesmas terdekat.
E. Pencegahan
1. Biologi : misalnya memelihara ikan pemakan jentik
2. Fisik
Dalam sekurang-kurangya seminggu sekali, maka cegahlah dengan cara 3 M :
a. Menguras bak mandi
b. Menutup tempat penampungan air
c. Mengubur atau menyingkirkan benda- benda yang dapat digenangi air seperti
3. Kimia : Dengan cara pemberian abatisasi, pengasapan dan
foging.
F. Penyuluhan
Penyuluhan demam berdarah yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas rantai pertumbuhan nyamuk aides aigepty yang menyebarkan virus penyebab penyakit ini. Selama ini kita mengenal konsep 3M plus yang didengungkan pemerintah, yang terdiri dari menguras bak atau tempat penampungan air, menutup bak dan mengubur barang atau benda yang sudah tidak terpakai.
Sedangkan plusnya diantaranya dengan memelihara ikan dibak untuk memakan jentik nyamuk, memberikan bubuk abate pada kolam serta melakukan penyemprotan atau fogging. Namun dalam berbagai penelitian, konsep ini kurang mampu mengatasi atau mencegah munculnya atau terjadinya penyakit ini secara signifikan.
Yang justru lebih penting adalah menanamkan kesadaran masyarakat itu sendiri terhadap prilaku bersih dan sehat. Prilaku bersih biasanya muncul dari pengetahuan masyarakat terhadap sumber dan penyebab penyakit. Sedangkan prilaku atau gaya hidup sehat bisa ditanamkan dengan memberikan pengetahuan tentang manfaat asupan makanan bergizi dan alamiah dengan menghindari makanan yang mengandung bahan kimia, terutama untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan anak.
TUGAS KELOMPOK 11
MATA KULIAH : Ilmu Keperawatan Dasar II
MAKALAH PENYULUHAN PENYAKIT DBD
DI SUSUN OLEH:
KELOMPOK VIII
STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR
2012
PENDAHULUAN
oleh: Chairuddin Nursiati
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di dunia,sejak pertama kali di temukan pada tahun 1968 di surabaya dan jakarta,jumlah kasus terus meningkat baik dalam jumlah besar maupun luas wilayah yang terjangkit dan secara sporadif selalu terjadi KLB setiap tahun, KLB yang terbesar terjadi pada tahun 1998 di laporkan di 16 provinsi dengan IR : 35,19 per 100.000 penduduk dengan CFR 2,0%. Pada tahun 1999 IR menurun tajam sebesar 10,17. Namun tahun-tahun berikutnya IR tampak cenderung meningkat yaitu ;15,95;21,66;19,24 dan 23,87 (tahun 2000,2001,2002,dan 2003).
Penyebab meningkatnya jumlah kasus dan semakin bertambahnya wilayah yang terjangkit antara lain karena semakin baiknya transportasi penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam waktu singkat,adanya pemukiman-pemukiman baru,penyimpanan air tradisional masih dipertahankan dan perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk yang masih kurang. Vector nyamuk terdapat di seluruh pelosok tanah air kecuali di ketinggian > 1000 M dari permukaan air laut/ dan adanya 4 serotype yang bersirkulasi sepanjang tahun.
Depkes telah melewati pengalaman yang cukup panjang dalam penanggulangan penyakit DBD. Pada awalnya strategi utama pemberantasan DBD adalah memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan. Kemudian strategi di perluas dengan menggunakan larvasida yang di taburkan ke TPA. Kedua metode ini sampai sekarang belum memperlihatkan hasil yang memuaskan dimana terbukti dengan peningkatan kasus dan bertambahnya jumlah wilayah yang terjangkit DBD. Mengingat obat dan vaksin untuk membunuh virus dengue belum ada, maka cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD ialah PSN yang dilaksanakan oleh masyarakat / keluarga secara teratur setiap seminggu sekali. Oleh karena itu saat ini DEPKES lebih memperioritaskan upaya pemberantasan sarang nyamuk.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi virus Dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus. Virus Dengue termasuk genus Flavivirus, famili Flaviviridae, yang dibedakan menjadi 4 serotipe yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Keempat serotipe virus ini terdapat di Indonesia dan dilaporkan bahwa serotipe virus DEN 3 sering menimbulkan wabah, sedang di Thailand penyebab wabah yang dominan adalah virus DEN 2 (Syahrurahman A et al., 1995). Penyakit ini ditunjukkan dengan adanya demam secara tiba -tiba 2-7 hari, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam merah terang, petechie dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah badan menyebar hingga menyelimuti.
Dengue adalah penyakit virus didaerah tropis yang ditularkan oleh nyamuk dan ditandai dengan demam, nyeri kepala, nyeri pada tungkai, dan ruam (Brooker, 2001).Demam dengue/dengue fever adalah penyakit yang terutama pada anak, remaja, atau orang dewasa, dengan tanda-tanda klinis demam, nyeri otot, atau sendi yang disertai leukopenia, dengan/tanpa ruam (rash) dan limfadenophati, demam bifasik, sakit kepala yang hebat, nyeri pada pergerakkan bola mata, rasa menyecap yang terganggu, trombositopenia ringan, dan bintik-bintik perdarahan (ptekie) spontan.
B. ETIOLOGI
Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue (sejenis arbovirus).
C.FATOFISIOLOGI
Virus dengue masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan kemudian bereaksi dengan antibodi dan terbentuklah kompleks virus-antibody, dalam asirkulasi akan mengaktivasi sistem komplemen (Suriadi & Yuliani, 2001). Virus dengue masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk dan infeksi pertama kali menyebabkandemam dengue. Reaksi tubuh merupakan reaksi yang biasa terlihat pada infeksi oleh virus. Reaksi yang amat berbeda akan tampak, bila seseorang mendapat infeksi berulang dengan tipe virus dengue yang berlainan. Dan DHF dapat terjadi bila seseorang setelah terinfeksi pertama kali, mendapat infeksi berulang virus dengue lainnya. Re-infeksi ini akan menyebabkan suatu reaksi anamnestik antibodi, sehingga menimbulkan konsentrasi kompleks antigen-antibodi (kompleks virus-antibodi) yang tinggi (Noer, dkk, 1999).
D. MANIFESTASI KLINIS
Demam tinggi 5-7 hari. Perdarahan, terutama perdarahan bawah kulit ; ptekie, ekhimosis, hematoma.Epistaksis, hematemesis, melena, hematuria. Mual, muntah, tidak ada napsu makan, diare, konstipasi.Nyeri otot, tulang dan sendi, abdomen dan ulu hati. Sakit kepala.Pembengkakan sekitar mata. Pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening. Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary reffil time lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).
E. KLASIFIKASI
WHO, 1986 mengklasifikasikan DHF menurut derajat penyakitnya menjadi 4 golongan, yaitu :Derajat I : Demam disertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan. Panas 2-7 hari, Uji tourniquet positif, trombositipenia, dan hemokonsentrasi. Derajat II : Sama dengan derajat I, ditambah dengan gejala-gejala perdarahan spontan seperti petekie, ekimosis, hematemesis, melena, perdarahan gusi. Derajat III : Ditandai oleh gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat (>120x/mnt ) tekanan nadi sempit (120 mmHg), tekanan darah menurun, (120/80 , 120/100 , 120/110, 90/70, 80/70, 80/0, 0/0) Derajat IV : Nadi tidak teaba, tekanan darah tidak teatur (denyut jantung 140x/mnt) anggota gerak teraba dingin, berkeringat dan kulit tampak biru.
F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Minum banyak 1,5 liter – 2 liter/24 jam (dengan air teh, gula, susu). Antipiretik jika terdapat demam. antikonvulsan jika terdapat kejang. Pemberian cairan melalui infus, dilakukan jika pasien mengalami kesulitan minum dan nilai hematokrit cenderung meningkat.
BAB III
PENYULUHAN KESEHATAN
A. Pengertian
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan terutama oleh gigitan nyamuk aedes aegypti
B. Ciri- Ciri Nyamuk Penyebar Penyakit
1. Warna hitam dengan bercak putih pada badan dan kaki
2. Hidup dan berkembang biak didalam rumah dan sekitarnya (bak mandi, tempayan, drum, kaleng, ban bekas, pot tanaman air, tempat minum burung.
3. Hinggap pada pakaian yang bergantung, kelambu dan ditempat yang gelap dan lembab
4. Menggigit di siang hari
5. Kemampuan terbang kira-kira 100 meter
C. Tanda Dan Gejala Penyakit
1. selama 2-7 hari tanpa penyebabC-401. Mendadak demam (panas tinggi), suhu badan antara 38 yang jelas.
2. Lemah/ lesu
3. Gelisah
4. Nyeri ulu hati
5. Tampak bintik-bintik merah
6. Kadang mimisan, berak darah atau muntah darah
7. Kesadaran menurun atau renjatan (shock)
D. Cara Penanganan Pertama
1. Berikan air minum yang banyak berupa oralit, the, susu dan lain-lain.
2. Kompres dingin pada ubun-ubun, lipatan paha dan ketiak.
3. Jika belum sembuh segera bawa ke dokter dan puskesmas terdekat.
E. Pencegahan
1. Biologi : misalnya memelihara ikan pemakan jentik
2. Fisik
Dalam sekurang-kurangya seminggu sekali, maka cegahlah dengan cara 3 M :
a. Menguras bak mandi
b. Menutup tempat penampungan air
c. Mengubur atau menyingkirkan benda- benda yang dapat digenangi air seperti
3. Kimia : Dengan cara pemberian abatisasi, pengasapan dan
foging.
F. Penyuluhan
Penyuluhan demam berdarah yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas rantai pertumbuhan nyamuk aides aigepty yang menyebarkan virus penyebab penyakit ini. Selama ini kita mengenal konsep 3M plus yang didengungkan pemerintah, yang terdiri dari menguras bak atau tempat penampungan air, menutup bak dan mengubur barang atau benda yang sudah tidak terpakai.
Sedangkan plusnya diantaranya dengan memelihara ikan dibak untuk memakan jentik nyamuk, memberikan bubuk abate pada kolam serta melakukan penyemprotan atau fogging. Namun dalam berbagai penelitian, konsep ini kurang mampu mengatasi atau mencegah munculnya atau terjadinya penyakit ini secara signifikan.
Yang justru lebih penting adalah menanamkan kesadaran masyarakat itu sendiri terhadap prilaku bersih dan sehat. Prilaku bersih biasanya muncul dari pengetahuan masyarakat terhadap sumber dan penyebab penyakit. Sedangkan prilaku atau gaya hidup sehat bisa ditanamkan dengan memberikan pengetahuan tentang manfaat asupan makanan bergizi dan alamiah dengan menghindari makanan yang mengandung bahan kimia, terutama untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan anak.
TUGAS KELOMPOK 11
MATA KULIAH : Ilmu Keperawatan Dasar II
MAKALAH PENYULUHAN PENYAKIT DBD
DI SUSUN OLEH:
KELOMPOK VIII
STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar