
Tidak
terasa sudah bertahun – tahun kenangan terindah bersama kawan – kawan
berlalu dengan begitu cepat, kadang diri ini memikirkan kapan kita semua
bisa berkumpul lagi seperti yang dulu. Bercanda, iseng –iseng dan
bahkan saling ejek – ejekan yang tidak bisa aku lupakan dari kalian.
Senyuman dan sifat lucu kalian sering terlitas dibayangan aku, mungkin
itu pertandah kita pasti bisa berkumpul lagi amin. Meskipun itu agak
sulit karena sabagian dari kalian sudah jauh meninggalkan kami, itu
tidak menjadi alasan untuk saling melupakan. Apalagi itu sudah
merupakan kewajiban

Dalam
menuntut ilmu, ada seruan Rasulullah saw mengatakan “tuntutlah ilmu
mulai dari buaian ibu sampai ke liang lahad, dari daerah bumi terdekat
hingga terjauh, dan dengan ongkos berapapun(meskipun dengan pengorbanan
darah dan menyelami samudra” jadi kawan – kawan jangan takut untuk
menuntut ilmu dimanapun karena doa kami meny]ertaimu kejalan yang benar.
Perlu kalian ketahui bahwasannya keberhasilan kawan – kawan merupakan
keberhasilan kita semua, karena kita merupakan suatu mata rantai yang
tidak bisa saling menipberatkan akan tetapi jika berat kita pikul bersma
jika ringan kita -

Jinjing
bersama. Tiga tahun waktu untuk mempersatukan kita itu merupakan waktu
yang sangat singkat akan tetapi bagi saya itu merupakan kesempatan yang
sangat berharga untuk mengukir kenangan teridah bersama kawan – kawan
yang tercinta. Puncaknya pada saat kita melakukan praktek klinik
terakhir di salah satu rumah sakit di makassar karena terbukti betul
bahwa kawan – kawan tidak saling membedakan antara si ini dengan lain.
Tinggal dengan satu rumah merupakan suatu yang sangat menyenangkan
apalagi disaat kita semua akan berpisah satu sama lain. Hal itu tidak
disia –siakan sebagai momen prpisahan.

pengumuman
hasil UAN membuat kawan– kawan sangat bereuforia untuk merayakan
kelulusan, saling warna – mewarnai dengan piloks, berpoto –poto, roling
mengelilingi jalan dipenjuru kota pinrang. Lain hal yang terjadi dengan
saya pikiran begitu campur aduk antara kesenangan dengan kesedihan.
Senangnya adalah karena saya berhasil menyalesiakan sekolah menengah
kejuruan dengan nilai yang cukup bagus. Sedihnya adalah karena kita
semua benar – benar akan berpisah dan puncak kesediahan saya adalah saat
melakukan salaman perpisahan besama guru –guru yang telah berhasil
membimbing kita semua. Pelukan demi pelukan sebagai sentuhan terakhir -

Dari
para pahlawan kami yang tiada hentinya memberikan kami arahan sehingga
bisa seperti ini. Air mata yang bercucuran mewarnai proses salaman
membuat saya mengingat kembali bliau – bliau dan semoga semua bliau
dalam keadaan sehat walafiat, amin.
Sebagi
penutup agar yang membaca curahan hati saya bisa terinspirasi ke arah
yang lebih baik terutama masalah ilmu. Dan tidak lupa saya ucapkan
banyak – banyak terimah kasih kepada semua yang pernah mengenalku baik
secara langsung maupun tidak. Dan yang lebih penting lagi adalah saya
memohon maaf kepada semua orang jika ada kesalahan saya biak yang
disengaja dan yg tidak.
by khairuddin nursiati